bahaya memakai masker scuba di saat pandemic COVID-19

Rupanya tak semua jenis masker dapat mencegah penularan virus corona (Covid-19). Masker berbahan scuba dan buff, yang paling banyak digunakan masyarakat, ternyata tidak efektif mencegah droplet.

Masker berbahan scuba dan buff memiliki efektivitas antara 0-5%, angka ini jauh di bawah masker kain tiga lapis dengan persentase efektivitas 50-70%. Hal ini menyebabkan memakai masker scuba dan buff ini di tempat publik memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.

Doctor ahli medis mengungkapkan, masker scuba dibuat dari bahan tipis yang elastis. Selain itu masker jenis ini hanya terdiri atas satu lapisan kain dan punya kecenderungan melonggar.

"Masker scuba itu tipis satu lapis, tidak efektif, karena bahannya neoprene, cenderung elastis. Jika ditarik, pori akan membesar. Padahal kita butuh kemampuan filtrasinya,"

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga menegaskan tidak merekomendasikan pemakaian masker berbahan scuba atau buff di sejumlah fasilitas-fasilitas publik.

"Masker scuba ini masker satu lapis dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar. Maka disarankan menggunakan masker yang berkualitas,"   

Sebelumnya, PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) meminta pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) menghindari pemakaian masker scuba dan buff karena ketidakefektifannya dalam mencegah penularan virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Namun jangan sedih, masyarakat bisa menggunakan jenis masker lain yang lebih efektif menangkal corona. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merilis jenis masker medis dan non medis yang bisa digunakan untuk menghambat penyebaran corona.

1. Masker N95

Ini adalah masker kelompok Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali pakai. Masker ini memiliki face seal fit yang ketat sehingga pengguna terhindar dari aerosol dan paparan cairan droplet. Masker ini direkomendasikan bagi tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien Covid-19.



2. Masker bedah 3 Ply

Masker ini memiliki tiga lapisan yang efektif menyaring droplet yang keluar dari pemakai ketika batuk, bersin atau berbicara. Masker ini disarankan bagi mereka yang mengalami gejala flu, batuk, atau bersin dan bagi tenaga medis.

3. Masker Kain

Masker kain termasuk masker non-medis yang wajib digunakan untuk sehari-hari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), idealnya masker kain terdiri dari tiga lapis. Yakni, lapisan paling dalam yang terbuat dari bahan hidrofilik, seperti katun atau campuran katun.

Lapisan tengah yang terbuat dari bahan hidrofobik dari bahan tanpa tenun sintetis seperti polipropilena atau lapisan katun yang dapat meningkatkan filtrasi atau menahan droplet. Laporan terluar yang terbuat dari bahan hidrofobik seperti polipropilen, poliester, atau campuran keduanya.

Comments

Popular posts from this blog

manfaat L'OREAL REVITALIFT FILLER

cream malam yang tidak terlalu penting

skincare murah yang aman untuk kulit