bahaya lemon dan kapur sirih intuk kulit
Beberapa produk skincare sering meng-highlight natural ingredients yang terkandung dalam produknya. Sebut saja ekstrak buah lemon dan aloe vera yang sering disebut-sebut dapat mencerahkan kulit, melembapkan, hingga mengatasi jerawat. Selain itu, masih banyak lagi bahan-bahan natural lainnya yang memang punya manfaat untuk kulit. Mungkin kamu pernah dengar bahan-bahan dapur ini digunakan sebagai resep skincare berbahaya yang justru nggak disadari sama orang banyak. Contohnya saja putih telur, baking soda, hingga kapur sirih!
Bahan-bahan tersebut sangat gampang ditemukan. Kamu yang lagi on budget pun bisa jauh lebih hemat karena harga bahan-bahan dapur ini amat sangat terjangkau jika dibandingkan membeli produk skincare over the counter. Akhinya skincare yang tidak diteliti lebih detail lagi pun jadi opsi paling mudah untuk melakukan perawatan sendiri di rumah.
Tapi, apa benar semua bahan dapur ini benar-benar bermanfaat, dan terpenting, apakah bahan ini aman digunakan? Memang banyak sih, influencer atau content creator yang sudah mencoba sendiri , skincare dari bahan dapur dan mengklaim sebagai ramuan efektif untuk mencerahkan dan menghaluskan kulit.
Nah, sebaiknya kamu pikir-pikir panjang dulu sebelum mempraktikkan skincare dengan bahan-bahan dapur berikut ini. Apa lagi, kalau kamu punya kulit yang sensitif,
Lemon dan Putih Telur
lemon 642
Lemon identik dengan kandungan Vitamin C-nya, and as we all know, Vitamin C adalah bahan aktif yang sering digunakan dalam produk skincare ,yang bermanfaat sebagai antioksidan yang powerful sekaligus dapat mencerahkan kulit. Siapa yang nggak tertarik dengan embel-embel “mencerahkan”? Itu sebabnya banyak yang berpikir, menggunakan lemon akan memberikan manfaat yang sama dengan skincare berbahan Ascorbic Acid di pasaran. Tahu nggak sih, ternyata lemon bisa berbahaya untuk kulit.
Lemon memang mengandung Vitamin C, namun kadar vitamin yang diperoleh dari satu buah lemon sebenarnya sangat kecil dan nggak sebanding dengan vitamin C dalam produk skincare, sehingga pastinya jauh dari kata “lebih efektif” dibandingkan produk skincare .
Selain itu, lemon punya pH yang sangat acidic sehingga jika digunakan secara langsung bisa mengiritasi kulit. Berbeda dengan produk skincare yang telah mengalami proses formulasi sedemikian rupa, sehingga aman untuk digunakan secara topikal.
Belum lagi, putih telur mentah sangat mungkin mengandug bakteri Salmonella, sehingga sangat mungkin pula kulit terkena infeksi bakteri. Serem, ya? Bukan cuma itu, putih telur juga bisa memicu reaksi alergi di kulit, yang bikin kulit memerah dan terasa gatal. Ditambah lagi baunya yang sangat anyir, so gross!
Baking Soda dan Jeruk Nipis
Baking soda dianggap dapat mengeksfoliasi kulit dan membersihkan pori-pori secara mendalam. Nggak heran, baking soda dan jeruk nipis ini lumayan populer dikalangan orang-orang dengan concern acne dan blackheads. Katanya, baking soda juga bisa mencerahkan ketiak dan selangkangan.
Namun, kebalikan dengan lemon, baking soda punya kadar pH yang tinggi atau alkalin. And it’s potentially disrupting your natural skin pH, atau dapat merusak skin barrier-mu sehingga kamu akan lebih prone to breakout dan iritasi. Terlalu sering menggunakan skincare dengan baking soda akan menyebabkan kulit jadi over-exfoliated. Sayangnya, sebagian orang bahkan nggak mengetahui hal tersebut.
Kapur Sirih dan Sabun Colek
Skicnare sabun colek
Saya nggak habis pikir sih, siapa orang yang mempopulerkan bahan satu ini? Banyak banget tutorial-tutorial skincare dengan kapur sirih yang saya temui di internet.
Ada yang menggunakannya sebagai pemutih dan perontok bulu ketiak, ada juga yang menggunakan sebagai masker, bahkan digunakan untuk menghilangkan kutil atau tahi lalat!
Kapur sirih atau Kalsium Hidroksida sering digunakan dalam pengolahan limbah, konservasi gigi, pestisida, juga digunakan sebagai bahan masakan. Sebagai bahan makanan, pastinya kapur sirih yang digunakan harus food grade. Lalu bagaimana jika digunakan pada kulit?
Menurut PubChem, kapur sirih dikategorikan bersifat corrosive dan irritant. Penggunaan pada kulit dapat menyebabkan iritasi, juga dapat mengiritasi jika mengenai mata dan saluran pernafasan, sehingga, nggak direkomendasikan deh, buat menggunakan kapur sirih sebagai masker.
Sementara, menghilangkan kutil dan tahi lalat dengan campuran sabun colek dan kapur sirih kedengaran ekstrim di telinga saya. Namun kenyataannya, banyak juga yang nekat mencoba cara ini. Padahal cara ini sangat berbahaya, lho. Kapur sirih dan sabun colek sama-sama bersifat corrosive dan irritant. Nggak jarang banyak testimoni yang bilang ada efek panas saat menggunakan DIY ini untuk menghilangkan kutil. Lama-lama, bukan cuma kutil yang hilang, lapisan epidermis juga bisa ikutan hilang! Bahkan bisa-bisa malah menyebabkan kulit terbakar dan menyisakan bekas luka yang sulit hilang.
Jadi tidak semua bahan alami itu bagus untuk kulit ya sahabat semua , consultasi ke dokter dulu sebelum menggunakan.
Jangan ingin terlihat cantik tetapi malah sekalinya , semoga bermanfaat
Comments
Post a Comment